Manusia dan Penderitaan

Teori : Pengaruh yang akan terjadi pada seseorang jika mengalami penderitaan

Menurut bahasa Indonesia dalam KBBI III, derita adalah sesuatu yang menyusahkan yang ditanggung dalam hati (seperti kesengsaraan, penyakit). Sedangkan penderitaan adalah keadaan yang menyedihkan yang harus ditanggung atau penanggungan.
ᔥ derita – Kateglo ᔥ derita – Kateglo

Dalam laman Wikipedia bahasa Inggrissuffering atau menderita tercantum pada 2 paragraf pertama bahwa “suffering, or pain in a broad sense, is an experience of unpleasantness and aversion associated with harm or threat of harm in an individual. Suffering is the basic element that makes up the negative valence of affective phenomena. Suffering may be qualified as physical or mental. It may come in all degrees of intensity, from mild to intolerable. Factors of duration and frequency of occurrence usually compound that of intensity. Attitudes toward suffering may vary widely, in the sufferer or other people, according to how much it is regarded as avoidable or unavoidable, useful or useless, deserved or undeserved.

Artinya, penderitaan atau rasa sakit dalam arti luas, merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan dan keengganan terkait dengan bahaya atau ancaman bahaya dalam individu. Penderitaan adalah elemen dasar yang membentuk valensi negatif dari fenomena afektif. Penderitaan dapat memenuhi syarat sebagai fisik atau mental yang mungkin datang dalam semua derajat intensitas, dari ringan sampai faktor tertahankan. Durasi dan frekuensi kejadian biasanya hal yang intensitas. Sikap terhadap penderitaan dapat sangat bervariasi, dalam penderita atau orang lain, menurut berapa banyak itu dianggap sebagai dihindari atau tidak dapat dihindari, berguna atau tidak berguna, layak atau tidak layak.
ᔥ Suffering – Wikipedia

Pada modul psikologi Universitas Gunadarma, terdapat penjabaran yang lumayan lengkap tentang pengaruh penderitaan :

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna” atau “nasib sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu tiri, ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya.

Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
ᔥ Manusia & Penderitaan (diedit)

Artikel : Robot yang Bisa Menderita dan Pengaruhnya pada Manusia

[Baca artikel langsung di situsnya : http://www.wired.com/science/discoveries/news/2004/12/66101]

Terdapat artikel Wired pada sesi Science yang berjudul Robots Suffer for Art’s Sake. Intinya adalah, teknologi seperti robot dapat dipasangkan rasa untuk takut dan menderita. Kesimpulannya, hal seperti itu bukanlah fiksi ilmiah lagi seperti yang terjadi di film-film Hollywood. Secara tidak langsung, hal ini dapat berpengaruh pada manusia pada perkiraan dan dugaan masa depan bahwa robot belum tentu dapat menguasai kondisi manusia jika robot memiliki rasa takut dan bisa menderita karena sistem yang telah diprogram sebelumnya. Walaupun belum sempurna, robot sederhana tersebut dapat memiliki rasa awas pada objek yang bergerak khususnya manusia. Di sisi lain, jika terdapat kesalahan, justru robot yang memiliki kewaspadaan dapat melawan manusia.
ᔥ Robots Suffer for Art’s Sake oleh Daniel Terdiman

Pendapat : Pengaruh Penderitaan Maya

Pengaruh yang terjadi pada seseorang saat dan setelah mengalami penderitaan sebenarnya adalah suatu hal yang sangat abstrak dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Menurut saya, tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan dan mendefinisikan apa yang dirasakan seseorang dari pengaruh penderitaan. Tapi dapat dipastikan bahwa pengaruh dasar dan inti dari penderitaan adalah hal yang negatif, walaupun ada sediit hal yang positif. Terkadang, pengaruh negatif lebih besar dirasakan daripada positifnya, apalagi saat seseorang mengalami penderitaan. Tapi sebagian orang masih bisa merasakan pengaruh positifnya, saat menderita maupun setelah rentang waktu yang jauh dari masa penderitaan.

Berdasar dari pengalaman pribadi, banyak hal yang terjadi dan berpengaruh saat saya menderita karena suatu hal yang sebenarnya tidak terjadi pada dunia nyata, melainkan masih hanya berupa data digital tapi sudah dapat dirasakan. Artinya, pada zaman sekarang penderitaan tidak hanya disebabkan oleh suatu hal nyata secara fisik dan mental secara langsung, dari manusia ataupun benda mati. Lebih spesifik, yang saya alami kebanyakan adalah hal yang secara maya (virtual) terjadi. Lalu pengaruhnya terjadi pada lingkungan maya tersebut, diri sendiri, bahkan orang lain. Hal-hal tersebut saya jabarkan di bawah dalam kasus-kasus nyata.

Pertama, ketahuilah bebebrapa penyebab derita tersebut. Sebagian besar jelas berhubungan dengan komputer digital dan dunia maya. Di antaranya :

  1. Kesulitan memahami sistem komputer yang sangat baru
  2. Program tidak berjalan dengan baik
  3. Program berjalan tapi tiba-tiba berhenti tanpa sebab yang jelas
  4. Data secara tidak sengaja terhapus
  5. Mesin komputer berjalan dengan lambat
  6. Tidak terdapat koneksi yang stabil
  7. Kesalahan memasukkan data
  8. Kesalahpahaman orang menginterpretasi ketikan saya
  9. Ketidakjelasan informasi yang ada
    dan lain-lain

Lalu pengaruh negatif yang terjadi dalam dunia nyata (pada diri sendiri) seperti :

  1. Rasa kesal berkelanjutan
  2. Sedikit sesak nafas
  3. Pusing memikirkan cara mengatasi masalah tersebut
  4. Pasrah dengan cara langsung mematikan sistem komputer
  5. Sulit dan pusing untuk berpikir
  6. Tidak peduli pada kerusakan yang terjadi
  7. Lupa dengan hal-hal penting
  8. Memiliki keinginan untuk menghancurkan
  9. Meneriakkan suara dengan keras
    dan lain-lain

Walaupun begitu, saya mendapat pengaruh positif juga, yang kebanyakan baru disadari dan dilakukan setelah ada masalah, seperti :

  1. Mampu berpikir lebih cepat untuk menyelesaikan masalah
  2. Dapat mencegah permasalahan agar tidak terulang
  3. Mendapatkan berbagai solusi pemecahan masalah
  4. Pergerakan tubuh menjadi lebih cepat dari biasa
  5. Lebih hati-hati dalam mengambil keputusan
  6. Ada energi yang sangat besar terhasil
  7. Rasa sakit cepat hilang bahkan tidak dapat merasakan sakit
  8. Penglihatan dapat lebih jelas
  9. Bisa menginterpretasi permasalahan sulit
    dan lain-lain

Beberapa poin yang saya sebutkan sebenarnya masih banyak lagi. Tapi intinya seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa pengaruh dari penderitaan dapat berupa hal positif dan negatif. Tapi hal-hal yang saya alami tersebut terjadi secara acak karena masih banyak faktor situasi dan kondisi lainnya yang berkaitan dekat maupun tidak berkaitan secara langsung.

Secara global, intinya adalah pengaruh-pengaruh yang terjadi saat seseorang mengalami penderitaan adalah tergantung dan kembali kepada diri seseorang tersebut. Bahkan orang sebaik apapun bisa merasakan dampak buruk dari penderitaan. Maka, yang penting adalah penyikapannya.

— Muhammad Haidar Hanif, 54411850, 1IA07
Catatan : Sumber terkait terdapat pada tautan bertanda ᔥ
Sumber langsung terdapat pada tulisan bergaris bawah

Dengan kaitkata , , ,