Manusia dan Keindahan

Teori : Perbedaan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah

Menurut bahasa Indonesia dalam KBBI IIIindah adalah hal yang dalam keadaan enak dipandang, cantik, elok serta peduli (akan), menaruh perhatian. Lalu keindahan adalah sifat-sifat (dalam keadaan dan sebagainya) yang indah serta keelokan.
ᔥ indah – Kateglo ᔥ indah – Kateglo

Dalam laman Wikipedia bahasa Inggrisbeauty atau keindahan (juga disebut kecantikan, kecintaan, atau kemolekan) merupakan karakteristik dari orang, binatang, tempat, objek, atau ide yang memberikan pengalaman perseptual kenikmatan atau kepuasan. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “keindahan ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur luas dikaitkan dengan keindahan dalam budaya tertentu, untuk kesempurnaan.
ᔥ Beauty – Wikipedia

Pada modul psikologi UniversitasGunadarma, terdapat penjabaran yang ala kadarnya tentang perbedaan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indahtersebut. Dijelaskan secara singkat bahwa :

Menurut cakupannya, orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kadang dicampur adukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni :

  1. Keindahan dalam arti luas
  2. Keindahan dalam arti estetis murni
  3. Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan

ᔥ Modul Psikologi UG – Manusia & Keindahan (diedit)

Artikel, Proyek, dan Buku : Keindahan Teknologi

[Baca langsung di situsnya :
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/bizfocus/2012/05/332_108107.html]

Dalam suatu artikel The Korea Times yang berjudul When high-tech meets emotion atau Ketika teknologi canggih bertemu dengan perasaan oleh Kang Chan-koo, dijabarkan bahwa teknologi dapat memiliki estetika keindahan bahkan dalam hal kosmetik. Tentunya ada beberapa hal terkait yang menyukseskan hal tersebut, yaitu bioteknologi, solusi yang memusat, pemasaran teknolgi, dan implikasinya.

Di sisi lain, hal teknis seperti pemrograman juga memiliki keindahan. Kebanyakan pemrogram dan pengembang menganggap bahwa pemrograman adalah keindahan atau ada istilah “The Beauty of Programming”. Banyak proyek yang didasari hal ini seperti Art of Code , proyek untuk merayakan keindahan sebuah kode, oleh Academic Work . Dan juga Rebooting Computer , proyek untuk menyebarkan keajaiban dan keindahan dari Ilmu Komputer yang disponsori oleh National Science Foundation . Bahkan terdapat buku tentang itu yang berjudul Beautiful Code: Leading Programmers Explain How They Think oleh Greg Wilson dan Andy Oram, yang menjelaskan cara bagi pemrogram untuk berpikir lebih baik dan indah dalam memprogram.
Beautiful Code, oleh Greg Wilson dan Andy Oram

Pendapat : Kesamaan dan Perbedaan Keindahan pada Masa Lalu dan Masa Modern

xkcd: Drawing Stars

Pada zaman dahulu kala, (atau tidak usah jauh-jauh) saat masa kecil saya, saya merasakan dan mengetahui bahwa keindahan merupakan gabungan atau kombinasi dari kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah. Hal ini dibuktikan dari (yang saya ingat) hasil kreativitas saya yang pada masa itu hanya bisa disalurkan dalam menggambar, baik menggambar di kertas maupun di tembok. Bagi sebagian orang dewasa tentu saja coretan seperti asal-asalan seperti bukan merupakan seni. Tapi bagi saya, gambar yang saya gambar memiliki kualitas tersendiri sehingga bisa saya anggap sebagai keindahan tersendiri menurut sudut pandang saya saat itu. Walaupun kalau diingat-ingat dan bahkan masih bisa melihat bekas kenangan tersebut, tidak indah sama sekali. Karena itulah, kualitas abstrak ini berhubungan dengan keunikan. Karena kalau dipikir-pikir, orang dewasa yang berbakat menggambar tidak bisa meniru jeleknya gambar anak kecil. Inilah kualitas abstrak tersebut. Lalu karena saat dulu belum banyak yang berbentuk format digtal seperti sekarang, maka gambaran tersebut sebenarnya masih ada walaupun sudah dihapus atau dicat ulang (tembok yang dicoret). Inilah salah satu benda yang indah. 2 hal tersebut, lahir dari kreativitas sesungguhnya dari seseorang.

Pada zaman modern ini, atau saat masa remaja saya, saya merasakan dan mengetahui bahwa sekarang keindahan lebih identik kepada benda tertentu yang (dianggap kebanyakan) indah, yang sebenarnya tidak indah.

1. Dalam dunia seni sekarang pada umumnya, karena sekarang sudah banyak yang berbentuk dalam format digital, orang kebanyakan dengan sangat mudah dan seenaknya mengambil atau menjiplak hasil karya keindahan orang lain. Kalau hanya untuk kepentingan sendiri sebenarnya tidak apa-apa, tapi yang merugikan adalah jika terdapat modus uang di balik itu. Dengan demikian, keindahan dari keaslian seperti sudah sangat kurang bernilai dan dihargai. Maka dari itu, marilah lebih kreatif dalam membuat karya seni.

2. Dalam dunia perfilman, kebanyakan orang (sok) kreatif membuat film-film yang idenya hanya asal ambil. Karena sekarang yang saya lihat, kebanyakan produser (yang tidak usah jauh-jauh) Indonesia lebih banyak membuat film ataupun sinetron yang aneh, horor, dan ga penting. Walaupun sebagian lain untungnya masih ada yang membuat film yang (benar-benar) indah, mencerdaskan, dan mendidik. Memang ada film yang bagus tapi jumlahnya belum melebihi yang jelek-jelek itu. Maka dari itu, marilah lebih kreatif dalam membuat film.

3. Dalam dunia pendidikan, orang kebanyakan lebih menganggap bahwa lulusan Universitas yang-merasa-paling-hebat-dan-terkenal akan lebih baik dari lulusan Universitas yang-biasa-saja. Padahal jelas belum tentu, karena semuanya tergantung dari setiap orang. Artinya kebanyakankeindahan atau tolak ukur seseorang diambil dari darimana dia lulus, tempat yang dianggap objek yang paling bagus. Yang padahal belum tentu dia berkualitas. Maka dari itu, marilah memaknai bahwa jangan menilai seseorang dari penampilan luar.

Kembali ke jalan utama, perbedaan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah juga ada pada masa waktu yang berbeda, antara masa lalu dan masa modern. Tentunya hal seperti itu pasti terjadi, karena dunia akan terus berubah dan berkembang. Dari sebab itulah, masa depan bisa lebih baik atau lebih buruk pada kemudian waktu. Karena itulah, kita harus menjaga hal indah yang baik dan meninggalkan hal (yang dianggap) indah tapi buruk. Agar kita bisa hidup dalam masa yang benar-benar indah.

— Muhammad Haidar Hanif, 54411850, 1IA07
Catatan : Sumber terkait terdapat pada tautan bertanda ᔥ
Sumber langsung terdapat pada tulisan bergaris bawah

Dengan kaitkata , , ,
%d blogger menyukai ini: