Manusia dan Tanggung Jawab

Teori : Pengertian Tanggung Jawab

Dalam Bahasa Indonesia

Menurut bahasa Indonesia dalam KBBI III, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb) dan fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain. Jika diartikan secara singkat, maka tanggung jawab adalah menanggung suatu hal.
ᔥ tanggung jawab – Kateglo

Dalam Wikipedia & Wictionary / Pengertian Umum

Dalam laman Wikipedia bahasa Inggris tentang responsibility atau tanggung jawab yang artinya jauh lebih luas daripada cakupanna dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa sub pemahaman lain yaitu : Human responsibilities (tanggung jawab manusia), social responsibility (tanggung jawab sosial), duty (tugas / kewajiban), dan lain-lain. Lalu secara singkat dalam laman Wictionary bahasa Inggrisresponsibility adalah “the state of being responsible, accountable, or answerable” yang artinya “keadaan bertanggung jawab dan dapat menanggung”.
Responsibilty – Wikipedia
ᔥ responsibilty – Wictionary

Dalam Modul Psikologi Universitas Gunadarma

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab
menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal
itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab atas bannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya, Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung jawabannya.

Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keselarasan, antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.

Artikel : Cadangan Energi Tanggung Jawab Pemerintah

[Baca langsung di situsnya : http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/11443-cadangan-energi-tanggung-jawab-pemerintah]

Dalam artikel Gatra News yang berjudul “Cadangan Energi Tanggung Jawab Pemerintah” oleh IAA terdapat pernyataan secara jelas bahwa di banyak negara, penyediaan cadangan energi memang menjadi domain pemerintah, yang secara khusus selama ini adalah Pertamina. Tentu saja hal ini tidak sepenuhnya benar, karena yang pasti adalah cadangan energi adalah tanggung jawab bersama, yaitu pemerintah dan masyarakat. Parahnya lagi, negara ‘seperti ini’ adalah negara dunia ketiga memiliki banyak tanggungan yang tidak dapat ditanggung. Artinya, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah sehingga masyarakat juga harus ikut mengerti dan berpartisipasi untuk mengatasinya dengan usaha minimal adalah menghemat penggunaan energi, yang paling umum adalah menghemat penggunaan BBM. Dengan begitu, upaya penyelamatan cadangan energi juga dapat tercapai.

Pendapat : Tanggung Jawab untuk Hidup yang Lebih Baik

Tanggung jawab manusia adalah hal yang berpasangan dengan hak manusia, dengan arah sifat yang berkebalikan. Tanggung jawab biasanya diperoleh setelah seseorang mendapatkan hak. Dalam artian ini, tanggung jawab sama saja dengan kewajiban. Karena itu, jika seseorang mendapatkan tanggung jawab, sangat wajib dan harus untuk menerima resikonya dan mempertahankannya. Tentunya, hasil dari hal tersebut menjadikan orang yang memiliki tanggung jawab, secara tidak literal, menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, baik orang yang memberi atau mendapat tanggung jawab harus sama-sama mengerti dan memang mampu melakukannya. Jika mayoritas orang berbuat seperti ini, maka kehidupannya dan sekitarnya akan lebih baik. Karena di samping itu jika ada suatu kesalahan, maka yang harus menanggung dan memperbaikinya adalah pemberi dan penerima tanggung jawab. Secara tersurat, artinya bukan hanya penerima tanggung jawab yang harus menanggung, tapi ikut juga pemberi karena dialah yang memilih dan memberi beban ke orang lain.

Contoh nyata dari menanggung tanggung jawab yang dapat menghasilkan kehidupan yang lebih baik adalah negara yang seluruh atau sebagian besar pemerintahan beserta masyarakatnya adalah orang yang bertanggung jawab sehingga siklus kerja dan aturan terus selalu berjalan baik, seperti negara Singapura. Pemerintah di negara tersebut tentunya menerima tanggung jawab untuk menjalankan pemerintahan sebaik mungkin dan sebagai konsekuensinya, masyarakat dituntut untuk selalu taat aturan hukum yang berlaku. Sebagai imbalannya, pemberi tanggung jawab yaitu masyarakat dapat menikmati kehidupan yang adil, aman, dan tentram. Secara tersirat, tentunya terdapat hak dan tanggung jawab / kewajiban yang terpenuhi di negara tersebut.

Contoh nyata dari tidak sanggup menanggung tanggung jawab yang dapat menghasilkan kehidupan yang kurang baik adalah negara yang seluruh atau sebagian besar pemerintahan beserta masyarakatnya adalah orang yang kurang bertanggung jawab sehingga siklus kerja dan aturan terhambat untuk berjalan, seperti negara ‘seperti ini’. Pemerintah di negara ‘seperti ini’ kebanyakan dipilih secara asal yang akhirnya tidak mampu menerima tanggung jawab dan buruknya, melempar tanggung jawab dan lari dari tanggung jawab. Di samping itu juga, masyarakat yang mendapatkan hak kebanyakan tidak mampu menjaganya dan buruknya, merusak hak tersebut dengan sengaja.

Sebenarnya bukan berarti bermasalah karena negara ‘seperti ini’ tertinggal, tapi adalah keingingan untuk bertanggung jawab. Karena buktinya bertahun-tahun sebelumnya saat negara ‘seperti ini’ baru merdeka, konsep tanggung jawab sangat diterapkan oleh pemerintah dan masyarakat. Jika dulu pernah bisa begitu, tentu saja di masa depan yaitu sekarang bisa kembali terwujud. Tapi dan jika hanya pemerintah dan masyarakat mampu berubah menjadi lebih baik dalam memberi dan menerima hak dan tanggung jawab. Oleh karena itu, minimal marilah menyadari untuk mengetahui apa tanggung jawab kita sebagai masyarakat dan yang harus dilakukan untuk menjaga hak yang telah diberikan.

— Muhammad Haidar Hanif, 54411850, 1IA07
Catatan : Sumber terkait terdapat pada tautan bertanda ᔥ
Sumber langsung terdapat pada tulisan bergaris bawah

Dengan kaitkata , , , ,
%d blogger menyukai ini: