Manusia dan Kegelisahan

Teori : Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan

Dalam Bahasa Indonesia

Menurut bahasa Indonesia dalam KBBI III, kegelisahan adalah perasaan gelisah, kekhawatiran, atau kecemasan. Sedangkan kata dasarnya sendiri yaitu tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati), tidak tenang (tentang tidur), tidak sabar lagi dalam menanti dsb, atau cemas.
ᔥ kegelisahan – Kateglo
gelisah – Kateglo

Dalam Wikipedia & Wictionary / Pengertian Umum

Pengertian kegelisahan dalam laman Wikipedia bahasa Inggris tentang anxiety atau kegelisahan adalah “psychological and physiological state characterized by somatic, emotional, cognitive, and behavioral components. It is the displeasing feeling of fear and concern.” Artinya kurang lebih adalah “keadaan psikologis dan fisiologis yang ditandai dengan somatik, emosional, kognitif, dan perilaku. Merupakan perasaan yang tidak menyenangkan dari ketakutan dan kekhawatiran.” Sedangkan dalam laman Wikipedia bahasa Indonesia tentang kegelisahan kurang lebih adalah terjemahan dari sebelumnya.
Anxiety – Wikipedia ᔥ anxiety – Wictionary
ᔥ Kegelisahan – Wikipedia

Dalam Modul Psikologi Universitas Gunadarma

Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan kita atasi.

Contoh :
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.

Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhan-lah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun.

Artikel : Latihan Virtual Dapat Mengurangi Kegelisahan Sosial Anak-Anak

[Dapat dibaca langsung di situsnya : http://psychcentral.com/news/2012/06/13/virtual-training-can-reduce-kids-social-anxiety/40074.html]

Virtual Training Can Reduce Kids’ Social Anxiety

By Rick Nauert PhD (Senior News Editor)
Reviewed by John M. Grohol, Psy.D. on June 13, 2012

Children with social anxiety disorder often benefit from a setting that allows them to go at their own pace. An ideal environment would include a non-stressful location that gives the child time to practice social skills and gain confidence in particular social situations.

New research shows how technology can be used to create an ideal setting for teaching skills to children with anxiety. Researchers at the University of Central Florida’s Anxiety Disorders Clinic and the Atlanta-based company Virtually Better developed a new, one-of-a-kind computer simulation program that enables children to interact with avatars playing the roles of classmates, teachers and a principal.

The simulation, designed for children ages 8 to 12, allows clinicians to play the roles of the avatars while the children sit at a computer in a different room and respond to situations they encounter routinely. The children practice greetings, giving and receiving compliments, being assertive and asking and answering questions.

“These kids come in and say, ‘I don’t know how to make a friend,’” said Dr. Deborah Beidel, director of the Anxiety Disorders Clinic and a psychology professor at UCF. “We have to teach them the skills that most people learn from being around other people.”

Many children are nervous and slow to warm up in new social situations, but those with social anxiety disorders have severe distress that doesn’t go away, Beidel said.

“If a fear is so severe that it prevents a child from doing something he or she should be doing, such as going to school, playing on a sports team, being in a dance recital, going to birthday parties or making friends, then a parent should call a mental health professional,” she said.

UCF has addressed children’s anxiety disorders for over five years. Biedel has lead an Anxiety Disorder Clinic that, according to Beidel, provides “gold standard” treatments.

The gold standard ranking comes from the method by which the clinic addresses anxiety disorders –rather than using medication or other forms of invasive interventions, children are paired with socially comfortable peers for outings to places such as bowling alleys, restaurants and miniature golf courses.

The new study will expand the treatment options at the clinic. The new intervention is also a more realistic method for parents in most communities. Many clinicians who treat children don’t have the time or resources to recruit socially comfortable children and organize regular outings.

Guiding clients through a simulation in the office may be the only feasible solution for them. The simulation features a realistic school setting, designed with the help of elementary school teachers. The pre-programmed responses of the avatar classmates cwhich include a cool girl, a smart girl and a bully – were recorded by children to ensure the language reflects how they talk.

“The most important thing is that this was designed by clinicians with a very specific intention to help people get better. That’s the big difference between this and a game, and there is nothing like this on the market,” said Dr. Josh Spitalnick, a clinical psychologist with Virtually Better.

The six characters and the varying levels of difficulty in the simulation allow clinicians to design scenarios appropriate for their patients. More challenging scenarios include dealing with a bully who is demanding that a child give up some of her lunch money. If the initial trial goes well, researchers hope to conduct a yearlong trial with more children. If that is successful, the simulation could then become available to clinicians. The program eventually could be expanded to include other settings, such as playgrounds, and to serve other children who need help improving social skills. The 12-week program will begin this summer and involve 30 Central Florida children ages 8 to 12.

Source: University of Central Florida

Pada artikel Psych Central News oleh psikolog Rick Nauert PhD yang berjudul Virtual Training Can Reduce Kids’ Social Anxiety atau Latihan Virtual Dapat Mengurangi Kegelisahan Sosial Anak-Anak tersebut, dibahas tentang salah satu cara atau usaha mengatasi kegelisahan atau kecemasan pada anak-anak. Inti dari solusinya adalah menggunakan teknologi virtual dengan bentuk permainan agar anak-anak yang memiliki kekacauan dalam bersosialisasi karena gelisah atau cemas dapat secara perlahan teratasi. Sehingga akhirnya dapat memulihkan kemampuan sosialisasi mereka.

Pendapat : Langkah dan Sugesti Sebagai Solusi Kegelisahan

Dari artikel sebelumnya, dibahas tentang solusi yang tepat dengan memanfaatkan teknologi. Menurut saya hal tersebut cukup bagus dan tepat, karena berinteraksi dengan secara tidak langsung adalah permulaan bagi orang yang tidak dapat atau ragu untuk berinteraksi secara langsung. Lebih lagi, pengaruh interaksi secara virtual tidak akan terlalu berdampak negatif jika ada kesalahan, lain dari interaksi di dunia langsung.

Beralih ke permasalahan umum. Siapa pun manusia yang normal tentunya pernah gelisah. Pada umumnya, kegelisahan tersebut diatasi dengan cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penyebab kegelisahan tersebut. Hal tersebut sepertinya mudah, tapi sebagian besar tentunya sulit menyelesaikan masalah tersebut jika masih dalam kondisi gelisah atau tidak tenang. Berarti, ada beberapa langkah yang seharusnya dilakukan sebelum menyelesaikan masalah tersebut, yaitu menurut saya :

  1. Menenangkan diri dan bersugesti bahwa masalah dapat diselesaikan
  2. Mengetahui pokok permasalahan atau penyebabnya
  3. Mengetahui cara menyelesaikan permasalahan
  4. Menyelesaikan dengan cara tersebut
  5. Mencegah agar masalah tidak kembali muncul
  6. Menyerahkan diri dengan berdo’a atau tawakal

Contoh praktikal sederhana dari langkah tersebut misalnya adalah mengatasi kegelisahan karena masalah sakit. Berarti, langkahnya adalah :

  1. Menenangkan diri dan bersugesti bahwa sakit dapat diobati
  2. Mengetahui bahwa sakit disebabkan karena kecapekan
  3. Mengetahui bahwa dapat diobati hanya dengan beristirahat
  4. Megobati sakit dengan beristirahat
  5. Mencegah agar tidak kecapekan lagi
  6. Berdo’a agar tidak sakit lagi

Inti paling penting dan utama sebenarnya adalah sugesti di awal, yaitu berpendapat dan yakin akan sesuatu. Di samping itu, sugesti merupakan cara termudah untuk mengatasi berbagai hal. Bahkan, dengan hanya bersugesti dapat mengatasi kegelisahan sebelum masalah yang bersangkutan selesai. Sugesti juga lebih banyak dipakai dalam mengatasi kegelisahan oleh psikolog agar pasiennya cepat dan lebih tenang sehingga masalah bisa cepat selesai.

— Muhammad Haidar Hanif, 54411850, 1IA07
Catatan : Sumber terkait terdapat pada tautan bertanda ᔥ
Sumber langsung terdapat pada tulisan bergaris bawah

Dengan kaitkata , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: