Manusia dan Harapan

Teori : Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

Dalam Bahasa Indonesia

Menurut bahasa Indonesia dalam KBBI III, harapan adalah sesuatu yang (dapat) diharapkan, keinginan supaya menjadi kenyataan, atau orang yang diharapkan atau dipercaya. Sedangkan kata dasarnya yaitu harap adalah mohon, minta, hendaklah, keinginan supaya sesuatu terjadi.
ᔥ harapan – Kateglo ᔥ harap – Kateglo

Dalam Wikipedia & Wictionary / Pengertian Umum

Pengertian harapan dalam laman Wikipedia bahasa Inggris tentang hope atau harapan adalah “emotional state which promotes the belief in a positive outcome related to events and circumstances in one’s life.” Artinya kurang lebih adalah “keadaan emosional yang membuat kepercayaan pada hasil yang positif berhubungan dengan kejadian dan keadaan kehidupan seseorang”. Sedangkan dalam laman Wikipedia bahasa Indonesia, harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.
Hope – Wikipedia
ᔥ hope – Wictionary

Dalam Modul Psikologi Universitas Gunadarma

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :

  1. Kelangsungan hidup
  2. Keamanan
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
  4. Diakui lingkungan
  5. Perwujudan cita-cita

Artikel : Membangun Dunia yang Lebih Baik

[Dapa dibaca langsung di situsnya : http://www.airdrieecho.com/ArticleDisplay.aspx?e=3584914]

Building a better world

Symposium offers answers to real life issues: teacher

By Carolyn McTighe — For the Echo
14 June 2012

Students at Our Lady Queen of Peace School spent May 30 figuring out how to save the World. Or at least make it better.

Guest speakers from around the community chatted with students about ways to improve worldwide environmental and humanitarian situations during the school’s first ever Better World Symposium. Created by the Grade 7 and 8 humanities students, the symposium consisted of small group presentations followed by question and answer sessions.

Students were able to ask invited guests questions about topics ranging from the impact the Canadian oil industry has on the environment to the dangers of getting involved in a gang. Among the presenters were representatives from the Canadian Crime Prevention Centre, Calgary Police Services, Calgary Wildlife Rehabilitation Society, Solar Vantgae Inc. and Sysco Foods.

“The focus of this event is to give the students the chance to get real world answers to some very important questions they have about the environment and society in general,” said Grade 7 humanities teacher Jean Parker.

“These youth understand a lot about what goes on in the world and there are some issues that deeply concern them.

“This symposium is a way for them to meet professionals who can address and hopefully answer those questions.”

Prior to starting the all-day presentations, invited guests were treated to a few short films created by the students that outlined the issues that affect them the most. As images flashed across the screen students read out unsettling statistics and facts regarding things such as bullying, school and home based violence, alcohol and drug abuse, AIDS, widespread damage to the environment and global poverty.

“One of the goals of 21st Century learning is to ask critical questions about the world around us,” said school principal Michael Panic. “The activities that I have seen in the classrooms and hallways leading up to this event have really impressed me.

“These students have taken on this challenge with such determination and focus, it has really been a remarkable thing to witness.”

Though the school has not determined whether it will hold the event again next year, Panic believes that the long-term impact of the symposium on the students is something that cannot be overlooked or minimized.

“Our school and students need to have a connection with the world at work,” he noted.

“This event teaches students to not be afraid of asking questions and to keep learning about the world around them.

“Getting answers is part of growing and making positive changes as a result of those answers is something we should all strive for.”

Pada artikel Airdrie Echo oleh Carolyn McTighe yang berjudul Building a better world atau Membangun Dunia yang Lebih Baik tersebut, dibahas tentang salah satu cara mengatasi masalah lingkungan dunia untuk masa depan. Penyebab utamanya adalah sudah jelas bahwa semakin lama dunia makin tidak nyaman untuk ditinggali karena banyaknya masalah lingkungan yang terus terjadi dan sebagian besar belum dapat terselesaikan. Maka dari itu, terdapat harapan untuk mengatasinya dengan cara mengadakan simposium yang menjelaskan dan mengajak generasi muda agar tahu dan mengetahui cara-cara mengatasi masalah lingkungan tersebut. Karena harapan tertinggi dunia pada saat ini adalah generasi muda. Sehingga selanjutnya para generasi muda yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang belum terpecahkan.

Pendapat : Penyebab Harapan dan Mengubahnya Menjadi Kenyataan

Dari artikel sebelumnya, inti dari lingkup harapan manusia disebabkan oleh masalah lingkungan yang ada kemudian disusul dengan masih adanya harapan untuk memperbaikinya oleh generasi muda. Hal tersebut cukup atau sangat tepat dilakukan di negara maju tersebut, tetapi tidak bisa hanya dilakukan di negara yang tidak. Karena sudah tentu, membangun dunia yang lebih baik perlu dukungan dan bantuan dari seluruh orang di berbagai negara di dunia. Karenanya, pada saat ini menurut saya pembangunan dunia masih tergantung oleh negara maju. Walaupun begitu, harapan masih terus ada dan perlahan terwujud dengan nyata.

Dalam sisi umum, siapa pun manusia yang normal tentunya memiliki harapan. Dan dari sebagian harapan tersebut, yang menjadi kenyataan justru hanya sebagian kecil. Menurut saya, hal tersebut utamanya disebabkan karena berbagai hal :

  1. Harapan yang dibuat atau dimiliki mustahil menjadi kenyataan
  2. Tidak ada usaha untuk mewujudkan harapan
  3. Usaha belum mencukupi untuk mewujudkan harapan
  4. Harapan hanya akan terwujud di kemudian waktu
  5. Harapan diambil oleh orang lain

Maka dari bebrapa hal tersebut, ada poin bentuk harapan yang dapat terwujud menjadi kenyataan yaitu karena poin “usaha belum mencukupi” dan “akan terwujud di kemudian waktu”. Sependapat saya, hanya 2 poin penyebab harapan belum terwujud ini yang benar-benar dapat diatasi agar orang dapat mengubah harapan yang belum terjadi menjadi harapan yang bisa terjadi. Dengan kata lain, artinya manusia dapat mengubah harapan menjadi kenyataan jika kondisi memenuhi syarat. Tentu saja, walaupun syarat tersebut terpenuhi, orang tidak boleh berharap berlebihan, karena tentunya ada hal yang paling tinggi mengatur segalanya, yaitu takdir dari-Nya. Oleh karena itu, manusia sepenuhnya hanya dapat berusaha sebisanya sesuai aturan lalu bertawakal atau menyerahkan selanjutnya kepada-Nya. Sehingga pada akhirnya, harapan yang telah diusahakan dapat terwujud dengan nyata dan baik.

— Muhammad Haidar Hanif, 54411850, 1IA07
Catatan : Sumber terkait terdapat pada tautan bertanda ᔥ
Sumber langsung terdapat pada tulisan bergaris bawah

Dengan kaitkata , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: